KTI Kebidanan

Posted by Bascom Metro On January - 01 - 2010

Kami menyediakan Referensi bagi Mahasiswa Kesehatan Khususnya Akbid dan Akper dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dari Awal sampai dengan Akhir dengan data yang lengkap berformat Ms Word dengan harga yang terjangkau. Karya Tulis yang Kami sediakan ini adalah asli dari karya kami sendiri yang dapat anda buktikan dari kelengkapan data yang kami berikan.

Referensi Skripsi

Posted by Bascom Admin On January - 01 - 2010

Kami menyediakan beberapa judul SKRIPSI untuk beberapa jurusan yang dapat anda jadikan sebagai referensi dalam penulisan skripsi yang kami sediakan dengan harga yang terjangkau bagi anda dengan data yang lengkap dari awal sampai dengan lampiran dalam bentuk format Ms Word

T E S I S

Posted by Bascom Admin On January - 01 - 2010

Bagi anda yang membutuhkan referensi berupa tesis, kami menyediakan beberapa judul tesis lengkap dari awal sampai dengan lampiran dalam format Ms Word, yang akan kami update terus

E-BOOK

Posted by Bascom Admin On January - 01 - 2010

Berikut ini kami sediakan beberapa e-book yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam penyusunan tugas, laporan, karya ilmiah, skripsi dan tesis

Kumpulan Makalah

Posted by Bascom Admin On January - 01 - 2010

Berikut ini kami sediakan beberapa makalah untuk berbai bidang keilmuan yang dapat anda gunakan untuk membantu dalam penyusunan tugas sekolah, kuliah maupun bidang yang lain

Manusia sebagai makhluk Allah paling tidak memiliki tiga fungsi, dan ini merupakan tujuan penting Allah swt menciptakan manusia, ialah:

1. Pertama, khilafah. Firman Allah swt:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً البقرة: 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".

Kata khalifah dapat berarti orang yang menggantikan, maksudnya menggantikan orang yang pernah ada sebelumnya bisa berupa malaikat yang ada di bumi atau makhluk lainnya, bisa juga berarti menggantikan peran Allah untuk mewujudkan kebaikan di dunia. Khalifah juga bisa berarti orang sholeh, penguasa atau pemimpin yang harus mendayagunakan amanah kepemimpinannya untuk kebaikan, keadilan dan kesejahteraan semua orang. Dalam pengertian ini manusia diberi oleh Allah amanah berupa kekuasaan dan tanggung jawab untuk mendayagunakan dan memakmurkan dunia untuk kesejahteraan umat manusia dalam upaya beribadah mengabdi kepada-Nya.

Pengertian khalifah sebagai penguasa atau pemimpin ini, tidak hanya terbatas bagi mereka yang memegang kekuasaan dalam suatu Negara. Dalam pandangan Islam setiap individu adalah penguasa atau pemimpin yang mempunyai tanggung jawab untuk menegakkan syariat Allah di dunia dengan beramar ma’ruf dan nahi munkar terlebih terhadap dirinya sendiri. Rasulullah saw bersabda:

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه, أن رسول الله ص م,قال: كلكم راع فمسئول عن رعيته, فالأمير الذي علي الناس راع وهو مسئول عنهم, والرجل راع علي أهل بيته وهو مسئول عنهم, والمرأة راعية علي بيت بعلها وولده وهي مسئولة عنهم, والعبد راع علي مال سيده وهو مسئول عنه, ألافكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته اخرجه البخاري

Dari Abdullah bin Umar ra sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dituntut pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang raja atau presiden yang memimpin manusia adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan terhadap rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin atas keluarganya dan dia dimintai tanggung jawab atas kepemimpinan terhadap mereka. Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya, dia dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan terhadap mereka. Seorang hamba (pembantu rumah tangga) adalah pemimpin atas harta tuannya, dia dimintai pertanggungjawaban atasnya, ketahuilah setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai tanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. (HR. Bukhari).

Tanggung jawab pemimpin menegakkan syariat Allah dengan selalu amar makruf dan nahi munkar, berdasarkan firman Allah:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ال عمران: 110

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.

Dalam memimpin, setiap orang hendaknya berlaku adil terhadap yang dipimpinnya, sebagaimana firman Allah:

يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ صاد: 26

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

2. Kedua, tujuan amanah, Allah swt berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا الأحزاب: 72

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

Dalam pengertian umum amanat ini adalah kesanggupan manusia untuk melaksanakan segala yang diperintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Pada tujuan penciptaan manusia yang kedua ini, manusia sebagai hamba Allah yang telah diangkat sebagai khalifah di dunia, diserahi amanat untuk dengan ikhlas beribadah dan mengabdi kepada-Nya dengan menegakkan syariat Allah di dunia.

Dalam pengertian lebih khusus, ia adalah tanggungjawab setiap manusia sebagai pemimpin, dengan berusaha keras untuk menjadikan dirinya ahli dalam bidang yang ia tekuni. Serang guru misalnya, dikatakan telah berusaha memenuhi amanat apabila ia terus menerus meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam bidang yang ia ajarkan, sehingga ia menjadi guru yang professional, demikian pula profesi-profesi yang lain. Sehingga apabila seseorang menerima suatu amanat diluar kemampuannya dan tanpa usaha untuk menjadikan dirinya mampu untuk melaksanakannya, berarti ia telah menyia-nyiakan amanat, dan ini akan berdampak buruk berupa kehancuran pada bidang yang ia bukanlah ahli untuk menanganinya. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَة رواه البخارى و أحمد

Dari Abi Hurairah ra berkata: Di suatu majelis saat nabi saw sedang berceramah di hadapan kaum, datang menemui beliau seorang Arab dan berkata: “Kapan saat akan terjadi ya Rasul?” Rasulullah tetap saja berceramah, sehingga sebagian kaum berpendapat sebenarnya Rasul mendengar apa yang ditanyakan oleh orang Arab itu, namun nabi tidak menyukai pertanyaannya. Sedang yang lain berpendapat Nabi tidak mendengar pertanyaan itu hingga beliau selesai dari ceramahnya. Lalu nabi bersabda: “Dimana si penanya tetang saat tadi?a” Orang Arab itu menjawab: “Saya ya Rasul”. Rasul bersabda: “Apabila amanat disia-siakan maka tunggulah saat kehancurannya”. Orang Arab itu bertanya lagi: “Bagaimanakah menyia-nyiakan amanat itu?” Rasul menjawab: “Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuran urusan itu”. (HR. Bukhari dan Ahmad).

Balasan bagi orang yang menyia-nyiakan amanat adalah seperti sabda Rasul saw:

عن الحسن,أن عبيد الله بن زياد عاد معقل بن يسار في مرضه الذي ماتي فيه, فقال له معقل: أني محدثك حديثا سمعته من رسول الله ص م, سمعت رسول الله ص م, سمعت النبي ص م يقول: ما من عبد استرعاه الله رعية فلم يحطها بنصيحة إلا لم يجد رائحة الجنة أخرجه البخارى
Dari al-Hasan, sesungguhnya Ubaidillah bin Ziyad mengunjungi Ma’qil bin Yasar dalam sakit yang ia meninggal dalam sakit itu. Ma’qil berkata kepada Ubaidillah: Aku menyampaikan kepadamu hadis yang telah aku dengar dari Rasulullah saw. Aku mendengar beliau bersabda: “Seseorang yang Allah telah mengangkatnya menjadi pemimpin tetapi tidak menjalankannya dengan nasihat, ia tidak akan mendapatkan bau sorga” (HR. Bukhari).

3. Yang Ketiga adalah tujuan ibadah. Firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ الذاريات :56

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Ad-Dzariyat: 56)

Ini adalah inti dari fungsi dan tujuan Allah menciptakan manusia. Tujuan khilafah dan amanah seperti diuraikan di atas, hendaknya ditunaikan dalam rangka beribadah dan tunduk patuh menyembah Allah dengan ikhlas - mengikuti segala perintah dan menjauhi larangan-Nya - dalam rangka mendapatkan keridaan-Nya, tidak hanya ketika menjalankan ibadah mahdhoh seperti shalat, puasa, zakat dan haji, tetapi juga dalam ibadah-ibadah sosial dalam upaya mewujudkan kesejahteraan hidup manusia.

Kesediaan manusia untuk tunduk patuh beribadah dan menyembah Allah ini, jauh hari telah diikrarkan oleh roh manusia pada saat ia akan ditiupkan ke dalam jasad janin di dalam perut ibunya. Allah berfirman:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ الأعراف: 172

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".

Allah perkukuh fungsi dan tujuan ibadah ini dalam firman-Nya yang lain:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ البينة: 5

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (al-Bayyinah: 5)

Demikian, semoga kita mampu mewujudkan fungsi dan tujuan Allah menciptakan kita hidup di dunia ini, dalam rangka mendapatkan keridaan-Nya. Amin.
| edit post
Manusia adalah salah satu makhluk yang dalam meneruskan hidup jenisnya memelukan pasangan untuk dapat melakukan regenerasi. Dalam proses regenerasi ini sangat dipengaruhi oleh perilaku keduanya. Sebagai manusia yang mempunyai berbagai kelebihan dibanding makhluk lain, yaitu karunia akal dan hati. Maka manusia dalam proses regenerasi tidaklah sama seperti hewan. Tetapi manusia mempunyai berbagai aturan kehidupan yang telah diajarkan oleh pembawa pesan dari sang Pencipta, atau berbagai norma sebagai kesepakatan bersama dengan manusia lain. Aturan atau norma ini dibuat dengan pemikiran dan penggunaan hati untuk menilainya sebagai pedoman hidup untuk menjadi manusia yang baik.

Hubungan yang terjalin antara jenis satu dengan lainnya ini adalah kekuatan utama agar generasi manusia tidak punah. Proses ini dalam kehidupan dewasa ini sudah mulai tercampuri berbagai kebudayaan lain yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat manusia di belahan bumi timur, Negara kita termasuk di dalamnya.

Budaya kita yang “ewuh pekewuh”(punya rasa malu) mulai tergusur budaya “my bussines is mine”(ini urusanku) sehingga rasa malu dan berbagai norma lain di abaikan karena anggapan bahwa urusannya adalah urusannya sendiri bukan orang lain. Dalam pergaulan remaja pun demikian, karena remaja merupakan bagian terbesar yang terkena imbas dari budaya ini. Dalam hal jalinan hubungan dengan lawan jenis pun demikian sehingga pergaulan bebas tanpa adanya norma dan aturan.

Dalam uraian artikel ini akan menyinggung sedikit masalah pergaulan bebas antar remaja yang menjurus pada penyalahgunaan hasrat untuk regenerasi menjadi hasrat untuk pelampiasan nafsu diri semata.

  1. ONTOLOGI:

Dewasa ini pergaulan remaja, baik remaja sekolah maupun remaja kuliah, telah mengalami suatu tahapan yang berbeda dengan adat budaya dan agama yang menjadi sandaran norma dan aturan dalam hubungan interaksi antar manusia. Dalam pergaulan yang semakin bebas ini memunculkan berbagai bentuk kebiasaan lain. Dari pola pikir yang materialistic dan mencari kenikmatan instant walau sesaat telah menjadi sisi kehidupan tersendiri.

Dari kebebasan pergaulan meskipun ada segi positifnya yaitu kebebasan berfikir dan berkreasi dengan kerja sama antar lawan jenis sehingga menghasilkan kreasi solid karena kedekatannya, mempunyai sisi lain dengan lahirnya berbagai gejala sosial diantarannya terjadi sex pra-nikah. Sex bebas yang merebak di kalangan remaja adalah fenomena dimana aturan dan norma kehidupan yang telah di ajarkan agama dan aturan yang menjadi kesepakatan bersama antar manusia telah terabaikan, tergusur oleh pemikiran yang serba untuk kesenangan.

Perilaku sex bebas ini selain telah mengabaikan norma, juga telah mendorong terjadinya pegeseran fungsi utama sex bagi manusia. Dari tujuan utama sebagai sarana regenerasi telah beralih menjadi sarana pemuasan nafsu semata. Naluri sex merupakan sumber tenaga manusia untuk terus melestaikan spesiesnya dimana dalam pertumbuhannya remaja hingga dewasa dorongan sex ini makin kuat. Jika tanpa ada pengatur atau pengontrol oleh norma agama, sosial masyarakat dan pendidikan sex akan terjadi dominasi nafsu dalam diri.

Pergaulan bebas antar lawan jenis mendorong terjadinya hamil pra-nikah, lebih parah jika setelah hamil laki-laki ini tidak bertanggung jawab dengan meninggalkannya, gadis yang sudah tidak ‘gadis’ lagi ini untuk menghindari rasa malu terhadap orang tua, teman dan masyarakat, atau karena suruhan dari teman laki-lakinya yang tidak mau menikahinya cenderung mengambil jalan pintas dengan menggugurkan kandungannya. Inilah fenomena social remaja yang makin marak dalam kehidupan manusia dimana praktek aborsi sebagai mediator alternative bagi para pezina dalam mencari jalan pintas menjadi solusi terakhir.

2. EPISTEMOLOGI

Kurangnya pemahaman individu akan ajaran agamanya secara benar dan mendalam, terlupakannya intisari adat budaya luhur bangsa sebagai katalisator dalam pergaulan akibat pengaruh globalisasi merupakan indikasi terjadinya banyak permasalahan pada generasi muda. Sex pra-nikah telah menjadi mode pergaulan negatif yang harus ditanggapi serius semua pihak dengan pengupayaan perhatian yang lebih. Karena dari hal ini memicu timbulnya hamil sebelum nikah akibat sex bebas dalam pergaulan yang mana minimnya pendidikan pemahaman agama, kurangnya perhatian orangtua, cueknya masyarakat akan situasi linkungan dan taraf pendidikan sex bagi remaja yang belum tertata secara benar yang kebanyakkan diperoleh dari teman sebaya lewat obrolan-obrolan cabul dan jorok atau lewat media-media massa yang menimbulkan anggapan yang salah atau emosi negative.

Masa remaja dalam perkembangannya hingga timbul rasa tertarik pada lawan jenis merupakan awal masa bercinta. Pertumbuhan biologis serta perkembangan psikologis dan pergaulan makin menumbuhkembangkan nafsu seksual awal, meningkat pada taraf rasa senang dan tertarik terhadap lawan jenis, secara perlahan menuju taraf kematangan, ditingkatkan dengan pendekatan. Dalam tahap pacaran ini peran norma agama dan adat budaya sebagai pengontrol serta pemberi batasan antar lawan jenis sangat berpengaruh agar tidak terjadi pergaulan bebas yang menjurus pada sex bebas, akibat dari naluri sex menggebu yang tak mudah dikendalikan dan agar proses pacaran berjalan lancar dengan penyesuaian dan perkenalan karakter masing-masing sehingga mencapai kesuksesan menuju jenjang pernikahan yang mana kedua pasangan telah siap dengan tidak didahului adanya kehamilan terlebih dahulu.

Makin maraknya hamil pra-nikah ini tak luput dari kurangnya peran sektor pendidik dalam memberikan pengajaran, pengertian dan pemahaman akan pendidikan sex yang sehat untuk menghasilkan manusia-manusia yang dewasa, betul-betul matang, dapat menggunakan seksualitasnya dengan bertanggung jawab demi kebahagiaan dirinya sendiri dan lingkungan atau masyarakat, yang mana peran pendidikan ini sangat perlu.

Efek lain dari maraknya sex bebas adalah makin merebaknya penyakit kelamin, dari yang ringan hingga HIV-AIDS banyak menjangkiti kehidupan generasi muda sekarang

Perlunya pendidikan sex bagi remaja agar remaja tidak terjebak pergaulan bebas yang mendorong pada sex bebas, terutama pendidikan sex yang efektif dari orang tua dalam keluarga. Sedang sekolah menekankan ajaran kejujuran, tanggung jawab, pengendalian diri dan kewaspadaan.

3.  AKSIOLOGI

Pengendalian hawa nafsu sebagai jihad terbesar sepanjang hidup dengan kepatuhan dan keimanan pada ajaran agama. Dengan hal ini dapat mencegah hubungan terlalu jauh sebelum nikah. Bagi yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsu seyogyanya melaksanakan pernikahan dengan dasar kesiapan dari kedua pasangan secara kepribadian, kematangan mental, emosional, sosial dan fisik serta sikap mengedepankan rasa tanggung jawab. Dan tak lupa syarat pernikahan ini haruslah berdasar perasaan saling cinta-mencintai dan harga-menghargai.

Kiat bagi remaja dalam berpacaran yang mana pacaran merupakan budaya asing hendaknya diisi dengan jalinan hubungan dengan pasangan dengan dasar cinta, cinta yang tak harus belepotan syahwat dan birahi. Bahkan ketika cinta itu tumbuh semakin dewasa, syahwat dan birahi tidak lagi menjadi tujuan yang memiliki arti. Dalam bentuknya yang dewasa itu, cinta lebih kentara dengan wujud kepasrahan, keikhlasan, dan peneguhan eksistensi.

“Aku mencintaimu bukan karena ingin mendekap dan memilikimu, tapi aku mencintaimu karena aku mencintaiNya”.
Inilah motivasi untuk merubah pola pikir generasi muda yang hanya memburu nafsu kesenangan sesaat, menjadi sebuah ide hidup yang hangat menemani hari dalam naungan cinta suci menuju Kebenaran sejati. Inilah tonggak manusia menjadi umat yang paling tinggi derajatnya di banding makhluk lain.
| edit post


Tasawuf Islam: Secara etimologis ahkhlaq adalah bentuk jamak dari khuluq yang artinya budi pekerti, tingkah laku, perangai atau tabi?at। Mempunyai sinonim etika dan moral। Etika dan moral berasal dari bahasa Latin yang berasal dari kata etos : kebiasaan dan mores artinya kebiasaannya. Kata akhlaq berasal dari kata kerja khalaqa yang artinya menciptakan. Khaliq maknanya pencipta atau Tuhan dan makhluq artinya yang diciptakan, sedangkang khalaq maknanya penciptaan. Kata khalaqa yang mempunyai kata yang seakar diatas mengandung maksud bahwa akhlaq merupakan jalinan yang mengikat atas kehendak Tuhan dan manusia. Pada makna lain kata akhlaq dapat diartikan tata perilaku seseorang terhadap orang lain. Jika perilaku atupun tindakan tersebut didasarkan atas kehendak Khaliq (Tuhan) maka hal itu disebut sebagai akhlaq hakiki. Dengan demikian akhlaq dapat dimaknai tata aturan atau norma prilaku yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan serta alam semest

Pengertian akhlaq secara terminologis menurut :
a) Imam Ghozali :

الخلق عبارة عن هيئة في النفس راسخة عنها تصدر الأفعال بسهولة ويسر من غير حاجة إلى فكر ورؤية

Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia) yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran maupun pertimbangan?.
b) Ibnu Maskawaih :

الخلق حال للنفس داعية لها إلى أفعالها من غير فكر وروية

Akhlaq adalah gerak jiwa yang mendorong kearah melakukan perbuatan dengan tidak membutuhkan pikiran.

c) Menurut Ahmad Amin :

الخلق عادة الإرادة

Khuluq (akhlaq) adalah membiasakan kehendak.

Dari berbagai definisi diatas, definisi yang disampaikan oleh Ahmad Amin lebih jelas menampakkan unsur yang mendorong terjadinya akhlaq yaitu ?adah : kebiasaan dan iradah : kehendak. Jika ditampilkan satu contoh proses akhlaq adalah ;

1) Dalam ?adah; - harus ada kecenderungan untuk melakukan sesuatu, - terdapat pengulangan yang sering dikerjakan sehingga tidak memerlukan pikiran.

2) Dalam iradah:
a) lahir keinginan-keinginan setelah ada rangsangan (stimulan) melalui indra-इन्द्रन्य
b) muncul kebimbangan, mana yang harus dipilih diantara keinginan-keinginan itu। Padahal harus memilih
satu dari keinginan tersebut
c) mengambil keputusan dengan menentukan keinginan yang diprioritaskan diantara banyak keinginan tersebut.


Contoh Pada jam 2 siang seorang berangkat ke pasar untuk mencari bengkel motor untuk membeli kampas rem. Di saat memasuki lorong gang, ketika menoleh ke arah kanan melihat warung makan yang penuh sesak dan kepulan bau nikmat yang ia hirup. Sesaat kemudian melihat arah kiri, terdapat es cendol yang laris dibeli orang. Padahal orang tersebut sudah lapar dan haus. Sementara di arah depan kelihatan mushalla yang nampak bersih dan dilihat hilir mudik orang sembahyang. Kemudian orang tersebut menentukan shalat terlebih dahulu karena mempertimbangkan jam yang sudah limit. Kesimpulan yang dipilih oleh orang tersebut setelah banyak mempertimbangkan beberapa keinginan disebut iradah. Jika iradah tersebut dibiasakan setiap ada beberapa keinginan dengan tanpa berpikir panjang karena sudah dirasakan oleh dirinya maka disebut akhlak.

Sebaliknya ada seorang kaya, mendengarkan pengajian Da?i kondang menjelaskan hikmah infaq. Orang itu kemudian tertarik dan secara spontan memberikan uang satu juta rupiah untuk didermakan. Orang tersebut belum termasuk dermawan, karena pemberiannya ada dorongan dari luar. Orang tidak termasuk ramah tamu jika ia senang membeda-bedakan tamu yang datang. Dengan demikian akhlaq bersifat konstan (tetap-selalu) spontan, tidak temporer dan juga tidak memerlukan pemikiran dan pertimbangan serta dorongan dari luar.

Disamping akhlaq ada istilah lain disebut etika dan moral masing-masing bahasa Latin. Tiga istilah diatas sama ?sama menentukan nilai baik dan buruk sikap perbuatan seseorang. Bedanya akhlaq mempunyai standar ajaran yang bersumber kepada al-Qur?an dan Sunnah Rasul. Etika berstandar kepada akal pikiran, sedangkan moral bersumber kepada adat kebiasaan yang umum berlaku di masyarakat. Dalam penggunaan kata-kata tersebut kadang-kadang terjadi tumpang tindih, seperti Hassan Shadily menggunakan istilah moral sama dengan akhlaq. www.tasawufislam.blogspot.com

    Tag-cloud

    Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, E-Book, Makalah

    Bascom Fan's Page

    Bascom Fan's Page on Facebook

    Followers